4 Jenis Biji Kopi Utama di Dunia

Selama ini, hanya biji kopi jenis Robusta dan Arabica yang banyak dikenal di dunia. Sebenarnya ada 2 jenis lainnya juga, yaitu Liberica dan Excelsa. Seperti apakah karakternya. Yuk baca ulasan singkat berikut.

ARABICA

Coffeea arabica atau lebih dikenal sebagai Arabica, menguasai perdagangan kopi di dunia sekitar 65% – 70%.

Kopi Arabica ditanam di ketinggian 700 mdpl – 2000 mdpl, pada suhu 15OC – 20OC, dengan curah hujan 1.500 mm – 2.500 mm per tahun. Jika tidak ditanam di daerah dengan kondisi tersebut, pohon kopi Arabica akan rentan terserang hama sehingga dapat mengganggu proses panen.

Kopi Arabica dapat tumbuh dengan subur hampir di semua daerah dataran tinggi di Indonesia.

Pohon kopi Arabica menyerupai perdu dengan ketinggian 2 hingga 3 meter. Batang utamanya berdiri tegak dengan bentuk membulat, dan memiliki banyak cabang. Warna daunnya hijau mengkilap seperti dilapisi lilin, sedangkan daun yang sudah tua akan berwarna hijau gelap. Bentuk daun pohon kopi Arabica lonjong dengan ujungnya meruncing, dengan tulang daun menyirip, dan bertangkai pendek.

Ketika sudah matang, buah pohon kopi Arabica akan lebih mudah rontok, sehingga perlu penanganan yang hati-hati pada saat panen.

Bentuk biji kopi Arabica lonjong dan agak pipih, serta lebi besar dibandingkan biji kopi Robusta.

Dari sisi rasa, kopi Arabica lebih kaya rasa, walaupun didominasi dengan hint fruity dan flowery. Kopi Arabica memiliki kandungan asam dan gula yang lebih tinggi dibandingkan kopi Robusta. Dan kandungan kafeinnya lebih rendah dibandingkan kopi Robusta, yaitu antara 0,8% – 1,4%.

Jadi, bagi kamu petualang rasa, kopi Arabica bisa jadi pilihan yang tepat.

ROBUSTA

Kopi Robusta memiliki nama ilmiah Coffeea canephora. Sebenarnya, kopi Robusta merupakan salah satu turunan dari spesies Coffeea canephora. Robusta sendiri berasal dari kata robust yang artinya kuat. Tercirikan dari ketahanannya terhadap hama yang lebih baik dibandingkan Arabica dan body pada saat diminum yang lebih kental (bold). Kopi Robusta memiliki kandungan kafein sebesar 1,8% – 4%.

Rasa yang dominan dari kopi Robusta adalah nutty dan chocolatey.

Pohon kopi Robusta bisa tumbuh di ketinggian di bawah 700 mdpl, idealnya di antara 400 mdpl – 800 mdpl, pada suhu 24OC – 30OC dengan curah hujan 1500 mm – 3000 mm per tahun.

Wilayah di Indonesia yang terkenal dengan kopi Robusta adalah Lampung, Medan, Temanggung dan Dampit.

Bentuk pohon kopi Robusta menyerupai payung. Dihiasi dengan bentuk daun yang agak lonjong, cenderung bulat, sehingga lebih mirip telur. Sedangkan bentuk biji kopi Robusta cenderung bulat, lebih padat, dan ukurannya lebih kecil dibanding biji kopi Arabica. Buahnya yang masih muda berwarna hijau, sedangkan yang sudah masak berubah menjadi merah. Berbeda dengan buah kopi Arabica, buah kopi Robusta tetap menempel pada tangkainya walaupun sudah matang.

Produksi kopi Robusta menguasai dunia sekitar 30 – 35%. Di Indonesia sendiri, lebih dari 80% produksi kopi adalah kopi Robusta.

LIBERICA

Liberica merupakan kopi yang dibawa masuk oleh Belanda ke Indonesia, ketika wabah menyerang tanaman kopi Arabica, yang pernah ditanam sebelumnya (Baca: Sejarah Kopi di Indonesia). Liberica sendiri berasal dari kata Liberia, nama sebuah negara yang berada di benua Afrika, tempat kopi Liberica pertama kali ditemukan.

Liberica memiliki kandungan kafein yang hampir mirip dengan Arabica, yaitu 0,7% – 1,2%

Kopi Liberica dapat tumbuh baik di ketinggian 400 mdpl – 600 mdpl dan ketinggian 1200 mdpl, pada suhu 27OC – 30OC.

Di Indonesia, kopi Liberica tumbuh di wilayah Tanjung Jabung Barat, Jambi. Pohon Kopi Liberica menyerupai pohon nangka. Ketinggiannya antara 9 meter hingga 20 meter dan memiliki bau yang menyengat. Pohon kopi Liberica memiliki daun yang lebih lebar, daging buah yang lebih tebal dan biji berwarna kuning cerah.

Untuk rasa, Liberica memiliki kombinasi notes antara Arabica dan Robusta, yaitu chocolatey, fruity, flowery dan sedikit spicy. Rasa yang pertama kali muncul ketika kamu mencobanya adalah kacang-kacangan cenderung seperti walnut dilanjutkan dengan hint dark chocolate.

EXCELSA

Excelsa merupakan jenis kopi yang jarang didengar, dibandingkan dengan Liberica, Robusta dan Arabica. Excelsa merupakan bagian dari kopi Liberica, dengan nama ilmiah Coffeea Liberica var. dewerti. Kopi ini ditemukan pertama kali di Chad, salah satu negara di Afrika Barat.

Pohon kopi Excelsa memiliki daun lebar dengan bagian atas berwarna hijau tua dan bagian bawah berwarna hijau cerah. Daun yang masih muda akan berwarna ungu agak merah terbakar sebelum akhirnya berubah menjadi hijau setelah berusia tua. Namun demikian, ada beberapa daun tua yang masih menampakkan aksen ungu.

Pohon kopi Excelsa tumbuh di ketinggian 750 mdpl. Idealnya, pohon kopi Liberica ditanam dan dapat tumbuh di daerah beriklim tropis dengan curah hujan sedang. Pada daerah dengan curah hujan tinggi, pohon kopi Excelsa akan lebih mengembangkan kayunya dibandingkan buahnya. Pohon kopi Excelsa memiliki bunga besar berwarna putih. Bijinya berwarna kuning cerah, dengan ukuran lebih kecil dari Robusta.

Untuk hint, kamu akan mendapatkan hint tart dan fruity cenderung tercium seperti nangka.

Dari ke 4 jenis biji kopi utama di atas, mana favoritmu?

Nama: Gayo Wine
Origin: Aceh
Cupping Notes: Winey, banana, pineapple, vinegar, sourly, strong acid
Nett Weight: 250
Tersedia dalam bentuk biji dan bubuk.
Ada cashback untuk pembelian tanggal 27 Agustus – 2 September 2019. Ayo belanja, klik di sini.

Join the Conversation

1 Comment

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: