Kopi Luwak

Tentu nama Kopi Luwak sudah terdengar familiar di telinga. Namun seperti apakah Kopi Luwak? Bagaimana proses pembuatannya? Rasa apa saja yang timbul? Dan mengapa Kopi Luwak bisa sangat terkenal dan digemari oleh banyak orang seperti sekarang ini? Semuanya akan dibahas di artikel ini.

Sumber: dalatdaytours

Asal mula kopi luwak memiliki hubungan erat dengan asal mula kopi di Indonesia (baca; Sejarah Kopi di Indonesia). Pada saat itu, pemerintahan Belanda yang memiliki perkebunan kopi di Indonesia, terutama Pulau Jawa, tidak mengijinkan warga Indonesia untuk minum kopi. Karena rasa ingin tahu yang begitu besar terhadap kopi, warga Indonesia menemukan bahwa ada hewan musang luwak yang senang memakan hanya daging buah kopi yang sudah matang sempurna. Kotoran yang keluar dari luwak, biasanya berupa 4 batang biji kopi. Biji kopi inilah yang dipunguti, dicuci, disangrai dan ditumbuk. Jangan khawatir, karena biji kopinya masih memiliki kulit ari, sehingga tidak bersentuhan langsung dengan kotoran.

Terciptalah kopi luwak dan beredar kabar bahwa kopi luwak memiliki rasa yang unik. Hal ini mengundan ketertarikan orang-orang Belanda, dan menjadi kegemaran mereka. Karena proses yang panjang, jumlah panen yang tidak sebanyak biji kopi biasa dan karakternya yang unik, membuat kopi luwak memiliki harga yang lebih tinggi. Dan harga tinggi ini sudah terjadi sejak jaman kolonial.

PROSES KOPI LUWAK

Kopi Luwak adalah kopi yang diproses oleh hewan bernama Luwak. Jenisnya pun hanya jenis binturong, yang memang makanannya adalah buah kopi. Luwak memiliki indera penciuman yang tajam, sehingga luwak mampu menyortir buah kopi dengan tingkat kematangan yang tepat. Biji kopi yang keras, tidak dapat dicernah oleh pencernaan luwak, sehingga biji kopinya keluar sebagai kotoran. Biji kopi yang keluar tersebut merupakan biji kopi dengan kualitas terbaik karena berasal dari buah kopi terbaik.

Setelah biji kopi dipunguti, akan melewati proses pencucian sebanyak 5 – 7 kali di air mengalir, untuk memastikan kebersihannya. Setelah dicuci dan dijemur, proses berikutnya adalah proses sangrai. Biji kopi luwak disangrai hanya hingga tingkat medium untuk mempertahankan karakter rasa dan aromanya yang unik.

Ada 2 jenis kopi luwak yang beredar saat ini, kopi luwak liar dan luwak yang dipelihara. Kopi luwak liar, artinya berasal dari luwak yang hidup di alam bebas, sehingga luwak dapat dengan leluasa memilih buah kopi yang akan dimakan. Jadi, manusia yang akan berburu kotoran luwak untuk diambil biji kopinya. Sedangkan untuk luwak yang dipelihara, manusia akan memilihkan buah-buah kopi merah untuk disajikan sebagai makanan si Luwak. Hal ini dilakukan dalam rangka memenuhi permintaan masyarakat akan kopi luwak yang terus meningkat.

KARAKTER KOPI LUWAK

Kopi luwak memiliki kandungan kafein dan protein yang lebih rendah, serta kandungan lemak yang lebih tinggi dibandingkan kopi arabica dan robusta. Kopi luwak memiliki rasa yang lebih smooth dan aman bagi lambung, fruity yang kuat dan tidak ada rasa getir, clean aftertaste, tidak ada sedikit pun jejak bau feses luwak.

Kopi luwak memiliki aroma dan rasa yang lebih kuat.

Proses fermentasi di pencernaan luwak lah yang membuat kopi luwak memiliki nilai lebih.

Sayangnya, tidak semua orang dapat menikmati kopi luwak karena rasa jijik yang timbul dari pemrosesannya.

ARABICA LUWAK GAYO

Nama Kopi: Luwak Aceh
Origin: Aceh
Roasting Profile: Medium
Roasting Date: Freshly Roasted
Cupping Notes: Chocolaty, Orange, Floral, Sweet Fruity
Nett weight: 100gr
Tersedia dalam bentuk: Biji & Bubuk
Ada cashback untuk pembelian tanggal 10 – 16 September 2019. Ayo belanja, klik di sini.
Gunakan kode voucher: MAGYSLUWAK

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: