Metode Manual Brew

Ada 2 metode dalam membuat minuman kopi, menggunakan mesin dan manual brew. Di artikel kali ini MAGYS membahas cara membuat kopi secara manual, tanpa mesin, atau lebih dikenal dengan manual brew. Metode apa saja kah yang ada? Yuk simak artikel berikut.

Manual brew adalah cara membuat kopi tanpa menggunakan mesin espresso. Ada beberapa metode yang dapat dilakukan.

Kopi Tubruk

Alat yang digunakan sangat sederhana yaitu gelas dan sendok (jika diperlukan untuk mengaduk). Pertama-tama masukkan kopi ke dalam gelas dengan takaran secukupnya, dilanjutkan dengan air panas di suhu 95OC. Ada beberapa yang mempercayai dengan membasahi bubuk kopi dan mendiamkan selama 30 – 45 detik, dapat mengurangi kandungan gas di dalam kopi, dampaknya adalah mengurangi resiko terkena sakit maaf. Tips yang lebih ampuh lainnya adalah makan dulu sebelum ngopi :).

Coffee Cone

Termasuk metode pour over.Penyeduhan kopi menggunakan coffee cone dan filter berbentuk cone. Bubuk kopi diletakkan di atas filter kopi, kemudian air panas bersuhu 95OC dituangkan di atas bubuk kopi secara rata. Kemudian biarkan hingga air turun ke wadah di bawahnya, kopi siap diminum.

Chemex

Metode: pour over. Memiliki desain yang elegan, ditemukan tahun 1941 oleh Dr. Peter Schlumbohm. Menggunakan kertas filter Chemex khusus, lebih tebal/berat sekitar 20% – 30% dari filter biasa. Mirip dengan coffee cone, kopi diletakkan di atas filter, kemudian air panas dituangkan secara merata. Tunggu hingga semua air kopi tertampung di wadah, kopi siap diminum.

French Press

Metode: plunger/press. Metode ini ditemukan di tahun 1929, dianggap sebagai metode yang paling baik dalam menimbulkan rasa dan aroma kopi. Rasa dan aroma yang   ditimbulkan konsisten. Cocok bagi peminum kopi yang senang menikmati kopi dengan karakter yang nikmat dan kompleks.

AeroPress

Metode: plunger/press. AeroPress ditemukan oleh Alan Adler tahun 2005. Terbuat dari plastik dan memiliki 3 bagian yaitu filter yang terletak di bagian bawah AeroPress. Kopi bubuknya diletakkan di bagian bawah. Untuk mengekstrak kopi, bagian atas AeroPress ditekan ke bawah, sehingga bubuk kopi ter-press dan air kopi keluar dari filter. Bentuk AeroPress mirip suntikan besar.

Moka Pot

Metode: percolate. Dipatenkan pertama kali oleh Alfonso Bialetti tahun 1933. MokaPot menggunakan tekanan udara panas yang timbul ketika MokaPot dipanaskan. Bubuk kopi diletakkan di bagian bawah. Karena tekanan, air akan bergerak naik dan pindah ke bagian atas dari MokaPot.

Siphon

Metode: vacuum. Merupakan alat pembuat kopi yang fancy. Ditemukan di Jerman tahun 1840an. Panaskan wadah bagian bawah, hingga semua air naik ke bagian atas. Setelah semua air naik ke atas, letakkan bubuk kopi di wadah bagian atas. Lalu hentikan pemanasan dan biarkan air kopi kembali mengalir ke wadah bagian bawah.

Dari 7 metode di atas, apa metode manual brew favorit kamu dan kenapa? Share yuk  di kolom komen. Selamat ngopi!

Sumber Gambar:
1. Wikimedia
2. Kumparan
3. Downshiftology
4. Williams Sonoma
5. North Star Roast
6. Grosche
7. Newchic

Nama: Papua Wamena
Origin: Papua
Cupping Notes: Honey, chocolaty, caramel fruity, spicy, herbal, nutty, heavy body, low acidity
Nett Weight: 250 gram

Ada cashback untuk pembelian periode 1 – 4 November 2019 klik di sini

Join the Conversation

1 Comment

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: